Setangkai Harap, Dihari Ulang Tahun Mereka


24 April, ketemu lagi kita. Tapi dengan suasana yang berbeda yaa. Gak seperti di tahun-tahun kemarin. Ah, bukannya gak bisa move on, hanya saja mencoba berdamai dengan kenangan masa lalu. Setidaknya ada hal-hal yang memang pantas untuk dikenang. Dan pula, emang ada proses tersendiri untuk bagaimana terlepas dari sini. Continue reading “Setangkai Harap, Dihari Ulang Tahun Mereka”

Kenapa Aku Sayang Sama Kamu?


emang aku ga selalu bahagia sama kamu, kadang kamu bikin aku sedih, kamu bikin aku sedih ketika aku ngecewaian kamu atau aku bikin kesalahan yang bikin kamu sedih juga

aku sedih karna aku pikir aku bukan orang terbaik yg bisa bikin kamu bahagia terus atau aku bukan orang yg terbaik untuk tau apa yg kamu mau dari aku Continue reading “Kenapa Aku Sayang Sama Kamu?”

Selamat Menempuh Hidup Baru, Sahabat Terhebatku…


Minggu pagi, seperti biasanya aku selalu terbangun lebih awal.

Jam 6 pagi, sudah lengkap dengan baret-baretnya kalo seperti istilah dalam dunia militer, meskipun aku sendiri bukan orang militer. Continue reading “Selamat Menempuh Hidup Baru, Sahabat Terhebatku…”

Hasil Dialog Dengan Dinding Kamar…


Hai, kamu lagi ngapain? Masihkah kamu memikirkanku seperti aku yang pernah memikirkanmu? Aku bukannya cuma pernah memikirkanmu, tapi tetap memikirkanmu. Bukan untuk menyakiti diriku sendiri akan tetapi sebuah bentuk tanggung jawabku untuk bagaimana menghargai diri sendiri, bukan dikala bahagia akan tetapi disaat-saat seperti ini, tanpa hadirmu lagi… Continue reading “Hasil Dialog Dengan Dinding Kamar…”

Selamat Jalan Bpk. Ir. Haris Nadjamudin


Kaget dan merasa tidak percaya, ketika saya membaca dari twitter tentang meninggalnya Ir. H. Haris Nadjamudin, MM. Bupati Bone Bolango. Setahu saya, beliau memang sementara dirawat di rumah sakit Cikini, Jakarta karena menderita penyakit jantung. Tapi kenapa harus secepat itu beliau pergi, untuk selamanya? Continue reading “Selamat Jalan Bpk. Ir. Haris Nadjamudin”

Biarlah Hujan yang Jadi Saksi


Hujan siang itu belum juga selesai, aku terjebak pada sebuah halte kecil depan kantor polisi. Bukan diinginkan dan tidak direncanakan sebelumnya kalo seandainya aku harus berteduh di halte tersebut bersama seseorang yang pernah mewarnai hari-hariku beberapa waktu lalu. Continue reading “Biarlah Hujan yang Jadi Saksi”