Sebuah Cerita, Sebuah Kenangan, Selamanya…


Entahlah, setiap orang pasti punya cara tersendiri untuk berekspresi terhadap setiap moment yang dijalaninya. Begitupula halnya dengan saya yang misalnya menyambut moment hari kelahiran. Tidak ada hal yang berlebihan, ala kadarnya saja. Begitu cara saya merayakannya. Bahkan terkesan tidak nampak sama sekali jika saya sedang merayakan ulang tahun.

Kemaren, 5 September 2013 saya berulang tahun yang ke-29. Saya hanya menghabiskan moment itu dengan cara nongkrong bareng teman-teman, selain itu yaa cuma silaturahmi saja dengan teman-teman lain, terlebih-lebih terhadap teman-teman lama. Dan yang sering gak pernah lupakan adalah bikin doa syukuran, kecil-kecilan gitu sajalah. Sebagai tanda syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT.

Bercerita tentang ulang tahun. Jujur saja yaa, saya gak seperti orang kebanyakan, dimana disaat ulang tahun diberikan surprise berupa kejutan dimalam hari, kemudian ada kue dan lilin ulang tahunnya. Sepanjang usia, saya gak pernah dapat yang begitu. Kalo seingat saya sih, pernah dikasih kue pas ulang tahun, kalo gak salah tahun 2009. Itu kue simple banget, cuman buat dimakan bersama doang, gak ada embel-embel nama dan angka segala macam. udah, gitu doang. hahaha, but thanks yaa Nova Hardiyanti Rahim atas kuenya tempo dulu. Sederhana, namun berkesan.

Kalo soal kado ulang tahun, itu sih antara lupa-lupa ingat. Mungkin kalo masih zaman kanak-kanak, saya pernah sih dapat kado ulang tahun dari mama. Tapi ya itu deh, saya lupa kalo apa kadonya itu. hahaha.

Disaat menginjak remaja, gak pernah dapat kado, baik dari teman maupun pacar. Lha wong setiap kali berulang tahun gak punya pacar, mau ngarepin kado dari mana. Ah, bagi saya itu gak penting, yang penting itu saya bahagia, dan kemudian bagaimana saya bikin bahagia orang lain. Udah, itu doang lagi.

Saya orangnya tipikal yang gak suka berlebihan, simple aja. Biar nggak ngerepotin tukang sapu dijalan atau mbak-mbak yang menjajakan nasi kucing setiap dinihari.

Eitssss, hampir lupa deh. Ulang tahun kali ini saya ternyata dapat kado loh, dari seorang teman yang selama ini jadi partner bisnis saya. Namanya Aprilya Dunggio, orangnya baik deh, taat beragama, alim dan cantik. Tuh, udah cocok dijadiin kriteria calon pendamping hidup selamanya, buruan. Masih single loh, bulan Oktober dia udah mau wisuda, setelah itu dia akan merintis bisnisnya sendiri, yang kemudian saya menopang dari bawah, ngasih semangat dan motivasi. Mungkin dengan cara babalompa di atas koi so boleh dang to Ninu? hahaha

hhhmmm… apalagi yaa??

Oh hampir lupa, thanks juga buat Fybrien Endah dan Feronika Korompot yang udah berkenan saya ajak meet up, sharing pengalaman, berbagi cerita dan semua-semuanya. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kalian berdua. Dari Endah, tentang bagaimana pola menerapkan disiplin dalam hidup, seperti yang dialaminya saat mengikuti pendidikan di Akpol. Begitu pula halnya dari Feronika Korompot, si kecil imut tapi gak amit-amit, cuman ngegemesin. Yang dulunya sebagai sekretaris di Kementerian Luar Negeri. Kalo saya ceritakan disini tentang manfaat ketemu kalian, kayaknya gak bakalan muat deh. Cukup buat kita ambil hikmahnya, kita jadikan motivasi dalam hidup, dan setidaknya biar seperti keinginan kita bersama, bagaimana jadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.

KUMPUL HORE

Oke, itu aja. Thanks yaaa semuanya, buat yang gak sempat disebutkan namanya disini, sampai ketemu lagi diepisode berikutnya.

Salam hangat dan senyum paling manis dan menawan dari saya, Steven Polapa !!!!

MERDEKA !!!!

2 thoughts on “Sebuah Cerita, Sebuah Kenangan, Selamanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s