10 Pemain Sepakbola yang Memegang Rekor 1000 Laga


Beberapa tempo hari, saat Manchester United kontra Real Madrid pada lanjutan putaran UEFA Champions League, ada dua pemain yang paling disorot, yakni Christiano Ronaldo dan Ryan Giggs. Christiano Ronaldo disorot karena pemain tersebut adalah mantan pemain Manchester United (yang pada akhirnya juga melalui golnya, Manchester United harus tersingkir dari Champions League), sedangkan Ryan Giggs disorot karena pemain tersebut akan melakoni laga yang ke-1000.

Nah, mengenai 1000 kali berlaga, kali ini juga postingan saya akan membahas mengenai pemain sepakbola yang berhasil mencapai rekor tersebut. Bermain sepakbola sampai 1000 kali yang saya rangkum dari goal.com, berikut ulasan 10 pemain Sepakbola yang memegang rekor 1000 laga.

10.  Ryan Giggs – 1000 Laga

Ryan Giggs
Ryan Giggs

Seorang pemain yang telah mendulang segudang gelar dah penghargaan pribadi, Ryan Giggs menjadi pemain terakhir yang turut bergabung dalam daftar pemain yang sudah berlaga 1000 kali di lapangan kala Manchester United menghadapi Real Madrid. Catatan itu tentu menjadi tonggak sejarah buat pemain Wales tersebut.

Giggs, yang membuat debutnya sebagai pemain pengganti kontra Everton pada Maret 1991, telah memenangkan 12 titel Liga Primer Inggris, empat Piala FA, empat Piala Liga dan dua trofi Liga Champions. Sejumlah prestasi itu pun membuat Giggs dianggap sebagai pebola sejati yang mampu bertahan dalam dua dekade terakhir di ranah sepakbola Britania Raya.

Selain itu, sang winger mencatat 64 caps selama 16 tahun kariernya di kancah internasional.

“Dia sungguh pemain yang bagus, dan itu sungguh semakin membosankan,” ujar rekan setimnya, Rafael, berkelakar, setelah meraih kemenangan 2-0 atas QPR – pertandingan di mana Giggs mencetak gol ketiganya dalam lima penampilan terakhir yang lantas membuat dirinya kini mengoleksi 168 gol untuk klub.

Meski Giggs sudah beranjak usia 39, menyasar gelar ke-13 EPL adalah sesuatu yang masih mungkin, ketimbang memikirkan untuk pensiun sebagai legenda Inggris dalam waktu dekat. Terlebih, Giggs baru saja menambah durasi edarnya di Old Trafford selama setahun.

9.  Andoni Zubizarreta – 1013 laga

Andoni Zubizarreta
Andoni Zubizarreta

Andoni Zubizarreta memulai karier profesionalnya di Vitoria, kampung halamannya, sebelum kemudian dia bergabung dengan Athletic Bilbao, di mana bersama klub inilah dasar fondasi kegemilangan dia mulai mencuat.

Sang kiper telah memenangkan dua gelar liga secara beruntun pada 1983 dan 1984 selama periode lima tahunnya bermukim di San Mames. Berkat penampilan memikatnya bersama Bilbao, pada 1985 Zubi mulai mendapat pengakuan di level internasional. Tak lama setelah itu, Zubi pun menancapkan jejaknya ke raksasa Spanyol, Barcelona.

Di Barcelona Zubi mencatatkan raihan gelar La Liga sebanyak empat kali, sementara pada 1992, dirinya menjadi bagian tak terpisahkan dalam kesuksesan besar kubu Camp Nou mengecap gelar pertama European Cup — sekarang berganti menjadi Liga Champions.

Di kancah timnas Spanyol, Zubi menjadi pemain yang paling banyak mengantungi jam terbang dengan catatan 126 laga, sebuah rekor yang hanya dilampai oleh seprofesinya, Iker Casillas, dalam beberapa musim ini. Sayangnya dia tidak sementereng Iker, kesuksesan Zubi di panggung domestik tidak pernah direplikasi untuk timnas.

8.  Roberto Carlos – 1035 laga

Roberto Carlos
Roberto Carlos

Roberto Carlos resmi gantung sepatu pada Agustus tahun lalu setelah malang melintang selama 21 tahun, catatan 1035 pertandingan adalah bentuk pengabdian dia di sepakbola.

Roberto Carlos memulai karier di Sao Paolo club Uniao Sao Jao, tak perlu waktu lama si bek kidal sukses mencuri perhatian. Timnas Brasil pun datang mengetuk pintu, dan Carlos memulai debut timnas di usia 19 tahun, sebelum kubu Palmeiras disusul FC Internazionale meminangnya.

Bersama komando Roy Hodgson di San Siro, di sinilah Carlos ditransformasi menjadi seorang bek kiri, meskipun sejatinya sang pelatih ragu dengan kapabilitas Carlos ketika bertahan, merujuk pada naluri menyerang dia yang amat besar. Di bawah kendali bendera Real Madrid bersama Fabio Capello, Carlos mencapai penampilan di atas angka 500 sebelum dia hijrah ke Corinthians lalu berlabuh di Anzhi Makhachkala.

Karier Carlos dihiasi dengan raihan empat gelar La Liga, tiga trofi Liga Champions dan satu gelar Piala Dunia 2002, torehan ini yang kemudian menjadikan si bek kidal sebagai salah satu pemain paling ikonik Brasil di masa modern ini.

7.  Paolo Maldini – 1040 laga

Paolo Maldini
Paolo Maldini

Pemain lainnya yang tak hanya mampu melewati penampilan ke-1000 namun juga telah memberikan segalanya untuk klub besar dunia adalah Paolo Maldini.

Sepanjang periode 24 tahun, Maldini telah membuat 126 penampilan bagi timnas Italia, meskipun dia tidak pernah menganjung trofi Piala Dunia atau Piala Eropa.

Namun setidaknya, dia pernah nyaris meraih dua gelar prestisius tersebut ketika Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 2000 Gli Azzurri keluar sebagai runner-up.

Untungnya, nasib Maldini di kancah internasional tidak tertular di level klub. Bersama Milan, dia telah menyumbang tujuh gelar Serie A Italia, serta lima gelar Eropa. Catatan itu sudah cukup untuk membuat dirinya berbangga hati baik untuk klub maupun prestasi pribadi.

6.  David Seaman – 1047 laga

David Seaman
David Seaman

Ketika fans Arsenal dan Inggris melihat masa-masa ke belakang soal daftar kiper terbaik di tanah Britania Raya, tak seorang pun bisa menemukan sosok penerus sejati si kharismatik, David Seaman.

Penjaga gawang yang dikenal berambut gondrong ini akan selalu dikenang sebagai kiper berpenampilan eksentrik dan juga karena reflek-reflek sensasionalnya untuk membuat penyelamatan-penyelamatan gemilang di laga penting.

Debut profesionalnya dimulai di Peterborough United lalu perlahan-lahan dia menemukan jati dirinya ketika bergabung dengan Birmingham City, QPR lalu Arsenal.

Kepindahannya ke Highbury merupakan langkah terindah baginya. Seaman memegang andil besar di satu periode paling sukses dalam sejarah The Gunners dengan mampu memenangkan tiga gelar liga, empat Piala FA, satu Piala Liga dan Piala Winner.

Penampilan terakhir Seaman di Arsenal ditandai dengan raihan Piala FA 2003 sebelum dia bergabung ke Manchester City untuk tantangan terkahir. Seaman pensiun di usia 40 tahun dan menandai akhir yang luar biasa dalam 22 tahun kariernya di dunia sepakbola.

5.  Alan Ball – 1054 laga

Alan Ball
Alan Ball

Pemain termuda dala skuat timnas Inggris ketika memenangi Piala Dunia 1966, Alan Ball tampil sebanyak 1054 kali untuk klub dan negaranya dalam perjalanan karir selama 23 tahun di lima benua yang berbeda.

Musim terbaik Ball ketika bermain di Everton, di mana ia memenangkan gelar juara lgia di 1970, Arsenal dan Southampton. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut juga pernah memperkuat Hellenic FC di Afrika Selatan, Floreat Athena di Australia, Philadelphia Fury & Vancouver Whitecaps di Amerika Utara, sebelum akhirnya bergabung ke Eastern AA di Hong Kong.

Ball dua kali memecahkan rekor transfer Inggris. Pertama ketika hengkang ke Goodison Park dengan banderol £110 ribu, sebelum pindah ke Highbury dengan banderol dua kali lipat lima tahun kemudian.

Bagaimanapun juga, ia akan selalu diingat untuk perannya ketika membantu timnas Inggris meraih Piala Dunia. Ia mengoleksi 72 caps bersama The Three Lions dan mencetak delapan gol.

4.  Rogerio Ceni – 1058

Rogerio Ceni
Rogerio Ceni

23 tahun karir Rogerio Ceni Sao Paulo diawali dengan hadiah dan juga sebuah kutukan. Ia harus berada di belakang idola tim Zetti selama enam tahun, sebelum akhirnya hengkang di 1996.

Dan sementara Tricolor berusaha mengembalikan status mereka sebagai salah satu tim terbaik Amerika Selatan menjelang akhir milenium, Ceni semakin sering dipercaya hingga menjadi salah satu pemain yang dihormati di negaranya.

Dia adalah sosok yang menarik baik di dalam dan juga di luar lapangan. Ia seorang eksekutor tendangan bebas [dan penalti] yang handal, Ceni telah mencetak 109 gol selama berkarir, sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang kiper, meski gayanya yang tidak biasa terkadang mencelakai dirinya.

Perseteruan dengan mantan pelatih timnas Brasil Mario Zagallo di 1997 membuatnya tersingkir dari skuat, meski dia akhirnya tampil sebanyak 17 kali untuk Selecao.

Bagaimanapun juga, dia seorang pemenang. Dia menjadi kapten Santos ketika memenangi tiga gelar juara di Brasil pada 2006, 2007 dan 2008. Begitu juga ketika memenangi Copa Libertadores pada 2005 dan Piala Dunia Antarklub.

Tentu saja, final Piala Dunia Antarklub menghadapi Liverpool dinilai sebagai salah satu momen terbaiknya, dengan melakukan beberapa penyelamatan gemilang atas tembakan Steven Gerrard dan memastikan Sao Paulo mempertahankan keunggulan 1-0 saat itu.

3.  Javier Zanetti – 1087 laga

Javier Zanetti
Javier Zanetti

Sama seperti Ryan Giggs, Javier Zanetti masih memiliki peran krusial di salah satu kancah tertinggi sepakbola Eropa. Kapten Inter ini telah berkarir di Giuseppe Meazza selama 18 musim setelah mengawali kiprahnya bersama Talleres dan Banfield di Argentina, bermain sebanyak 1087 untuk klub dan timnas hingga saat ini (6/3).

Justru menjelang akhir karir Zanetti, pemain asal Argentina tersebut merasakan kesuksesan yang sangat luar biasa.

Dari 2006 hingga 2010, Inter memenangi lima gelar Serie A, yang diwarnai dengan treble winner sensasional dengan meraih juara Coppa Italia dan Liga Champions di bawah asuhan Jose Mourinho.

Javier Zanetti
Javier Zanetti

Di level internasional, dia mungkin belum meraih trofi juara bersama Albiceleste, tetapi dia adalah pemegang caps terbanyak negaranya, dengan total 145 kali penampilan dalam kurun waktu 1994-2011.

2.  Pele – 1363

Pele
Pele

Gol Edison Arantes do Nascimento atau Pele dalam laga debutnya bersama Santos di laga persahabatan menghadapi Corinthians ketika berusia 15 tahun menjadi sinyal kedatangan sosok superstar. Dua tahun kemudian, Pele tampil impresif untuk membawa Brasil sukses di Piala Dunia dan memperlihatkan kelahiran seorang legenda.

Pele kemudian mengangkat trofi Piala Dunia tiga kali, berpartisipasi dan mencetak gol di empat turnamen, meskipun perannya pada 1962 dan 1966 terbatas karena cedera.

Pele kemudian membuat seluruh dunia terpana ketika dia berperan krusial ketika Brasil menjadi juara di Piala Dunia 1970.

12 dari 1281 gol Pele, rekor dunia, lahir di Piala Dunia, dengan sisa golnya ia cetak sepanjang 18 tahun berkarir di Santon dari 1956-74 dan dua tahun di New York Cosmos dari 1975-77.

Pele memenangkan Copa Libertadores dua kali, ia juga memenangi banyak trofi domestik di Brasil. Di level individu, rekor golnya telah cukup banyak membuktikan kualitasnya.

Dia mencetak lima gol dalam satu pertandingan sebanyak enam kali, 30 kali mencetak empat gol dalam satu laga, mencetak 92 hat-trick dan bahkan pernah mencetak delapan gol ketika menghadapi Botafogo di 1964. Pencapaiannya tersebut membuatnya menjadi pemain terbaik abad ini oleh FIFA, penghargaan yang dia bagi dengan Diego Maradona.

1.  Peter Shilton – 1390

Peter Shilton
Peter Shilton

Pemain dengan penampilan terbanyak, yaitu 1390 kali, adalah mantan kiper tim nasional Inggris Peter Shilton. Pemain kelahiran Leicester ini memiliki karir sepanjang empat dekade dari 1966 hingga 1997, dengan menikmati 11 klub yang berbeda.

Mayoritas penampilannya terjadi ketika membela Leicester City, meskipun ia juga sempat lama membela Stoke City, Nottingham Forest, Southampton dan juga Derby County.

Bagaimanapun juga, Shilton paling banyak disorot ketika membela timnas Inggris. Dia adalah pemain yang paling banyak membela Inggris, dengan 125 caps, meskipun sayangnya, beberapa momen tak terlupakan Shilton untuk timnas adalah karena alasan yang salah.

Dia adalah kiper yang kemasukan oleh gol tangan tuhan Diego Maradona di perempat-final Piala Dunia Meksiko 1986, sementara dia juga gagal menahan Jerman Barat dalam adu penalti pada semi-final Piala Dunia 1990 di Italia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s