Ini Cinta Pertama, Terakhir dan Selamanya…


Kalo cinta, harus diperjuangkan. Sampai kapanpun, terserah sama kamu, semampunya kamu saja. Jangan menyerah jika sudah menyangkut cinta, yang memang layak kamu perjuangkan. Nikmatnya bakalan kamu rasakan, jika kamu sadari bagaimana indahnya menikmati cinta yang memang kamu perjuangkan tanpa pamrih.

“jika ada hal lain yg sangat menakjubkan di dunia ini selain cinta, maka itu adl sepakbola” – sebelas patriot

Saya belajar cinta dari setiap apa yang saya alami setiap hari, salah satunya dari sepakbola. Seperti kutipan yang saya sadur dari bukunya Andrea Hirata diatas, bahwa cinta terhadap sepakbola memang menakjubkan dan selalu menakjubkan, tanpa harus menafikan cinta dari sisi lain, alam semesta misalnya.

Saya sendiri bukan hanya sekedar ngefans begitu saja terhadap klub sepakbola, tapi sudah terlanjur cinta. Selama itu pula ada air mata kebahagiaan, ada tangis, suka dan duka, dan teriakan yang tak pernah berhenti, semua refleks terjadi begitu saja, dan sampai sekarang saya tidak mengerti dan saya tak punya alasan apalagi, kenapa saya bisa secinta sama klub sepakbola itu.

Ya… INTERNAZIONALE MILANO…

Saya lupa kapan pertama kali saya menonton pertandingan klub itu, satu hal yang pasti saya sudah mengidolakannya semenjak duduk di bangku kelas 3 SMP. Mungkin karena di kampung saya saat itu sulit untuk mendapatkan siaran sepakbola, saya malah jarang nonton bola. Seingat saya, hanya siaran Piala Dunia saja yang sempat-sempatnya saya saksikan.

Ya, kala itu musim Piala Dunia 1998, dimana saat itu saya suka sama Ronaldo. Ronaldo yang kala itu merupakan pemain Inter Milan. Tapi, saya ngefans Inter Milan bukan karena Ronaldo, seperti kebanyakan orang. Cinta saya terhadap Inter itu berawal dari jersey biru hitam, yang kebetulan dibelikan ibu saya sewaktu masih duduk dibangku SMP. Dan jujur saja, saya tidak tahu menahu akan hal tersebut.

Yang pasti, saya hanya suka warna jerseynya. Jersey biru hitam, yang seminggu bisa saya pake 3 sampai 4 kali. Begitu kotor, cuci lagi, pakai lagi, kotor lagi, cuci lagi, pakai lagi. Saya bangga mengenakan jersey tanpa nama itu setiap kali pulang sekolah atau main bola di halaman kantor desa. Lucu jika mengingat hal tersebut.

Singkat waktu, saya tetap menjadi pendukung Inter meskipun Inter tetap jadi minoritas disekolah saya maupun saat saya duduk dibangku kuliah, hanya segelintir orang saja yang saya temui, yang juga ngaku fans Inter Milan.

Bercerita tentang moment terindah bersama Inter Milan, mungkin moment #InterTourIndonesia2012 merupakan sejarah yang sangat indah dan takkan terlupakan. Saya harus bolos masuk kerja dan ikhlas menerima sanksi apapun asalkan bisa nonton dari stadion langsung kala Inter Milan berlaga.

#SpeechlessMoment adalah ketika match pertama, tanggal 24 Mei 2012 antara FC. Internazionale vs Liga Selection.. Ada waktu sepersekian detik dimana saya sempet “blank” dan merinding sekujur tubuh. Gara-gara “tersadar” kalo tim yang lagi saya tonton langsung di Gelora Bung Karno pake mata kepala sendiri adalah TIM IDOLA saya sejak berumur sebelas tahun !!

Mengutip apa yang dikatakan @mozaky diatas, saya juga merasakan hal serupa. Saya sempat nangis saat mendengar lantunan lagu Pazza Inter Amala saat bergema di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sungguh diluar dugaan, saya seperti bermimpi. Saya saat itu gak malu lagi menahan air mata, karena saya tahu bukan hanya saya saja yang menitikan air mata saat itu.

Saya gak tahu apa perasaan ini, namun saya sangat mencintai klub ini meskipun hanya jadi minoritas, meskipun gak secemerlang klub lain, gak seindah yang lain, gak seperti yang lain. Ini cinta pertama saya, ini cinta satu-satunya bagi saya, ini cinta terakhir saya, dan cinta selamanya….

#ForzaINTER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s