Menghadapi Semesta Sendirian, Jangan Takut?


Dulu, kita menganggap semua adalah kita, sekarang tinggal menjadi kenangan. Saya adalah saya, dan kamu adalah kamu. Kita sekarang jalan sendirian, sendirian menghadapi semesta ini seperti apa tantangannya.

Saya mengerti apa yang kamu rasakan, saya hanya mencoba untuk ikhlas saja menghadapinya. Mungkin bersama saya, kamu gak dapatkan kebahagiaan dan kenyamanan itu, kamu saya persilahkan untuk pergi. Disini, dihati ini, kamu tidak layak menempatinya meskipun saya masih menyisakan ruang kosong untukmu dihati ini.

Kita kan memang gak ada komitmen apa-apa, saya juga hanya ingin menjalin silaturahmi dengan kamu. Saya juga tidak menyangka jika cinta itu hadir lebih cepat dari dugaan saya. Saya terlanjur mencintaimu, dan ini bukan hasil dari perencanaan saya sebelumnya. Urusan hati, siapa yang tahu? Kamu atau saya, sama-sama kan tidak tahu menahu hal itu. Tapi saya juga tidak dapat memungkiri bahwa saya terlanjur jatuh hati sama kamu.

Sekarang, kamu mengatakan pergi dan menginginkan saya untuk tidak mengejarmu. Iya, saya mengerti. Itu hakmu, bukan juga urusan saya untuk menahanmu bertahan disini. Untuk apa saya mempertahankan hati seseorang untuk bertahan disini tapi hatinya malah ke tempat lain.

Canda tawa kita kemarin, gombalan-gombalan kita kemarin, pertemuan singkat kita kemarin, jangan pernah dianggap apa-apa lagi, seakan-akan hal itu tidak pernah terjadi. Mungkin maumu begitu, saya juga akan mencoba hal tersebut meskipun menyisakan kenangan dihati ini.

Mungkin, harapan saya sudah terlalu tinggi. Saya sadar akan hal tersebut, harapan yang melambung tinggi terkadang meninggalkan bekas yang menyakitkan jika harapan itu tidak terkabulkan. Tapi santai saja, saya juga sudah mengatasinya, saya tahu resiko apa yang nantinya saya hadapi ketika hal itu terjadi. Ini kan hanya bagian dari sebuah perjalanan semesta, ini kerjaan semesta yang harus kita lewati.

Kamu takkan pernah tahu bagaimana yang saya rasakan ini. Jika memang saya salah, sampaikan secara langsung. Ah, tapi itu kan urusanmu, dan kamu kan tahu kalo saya gak suka mencampuri urusan orang meskipun itu melibatkan orang terdekatku.

Semoga saja, semua akan berjalan dengan baik-baik saja setelah kamu memutuskan untuk meninggalkan saya dan meminta saya untuk tidak lagi mengejarmu. Iya, saya terima kok kenyataan ini. Lagi pula, hidup ini kan terus berjalan tanpa kamu ada disini. Kalo mau jujur, saya juga merasakan rasa sakit ini. Terlebih-lebih saat mengenangmu, mengingat senyummu, caramu tertawa ketika saya lagi bicara, caramu memandang saya, semua saya rindukan.

Terkadang pula, saat malam udah larut, saya ingin sekali mengabarimu tentang keadaan apa yang saya alami, atau membangunkanmu dikala adzan subuh berkumandang, mengingatkanmu untuk tidak lupa makan, menyapamu dikala sang fajar mulai menyingsing di ufuk timur sana. Tapi, mungkin kamu tidak terlalu membutuhkan bentuk perhatian itu. Tidak apa-apa, saya juga sadar kok kalau sebenarnya kamu hanya mengharapkan hal tersebut dari orang lain, bukan dari saya.

Ah, andai saja waktu bisa diputar kembali, mungkin saya akan mempelajari tahap demi tahap untuk tidak terlalu terjebak ke dalam pusaran arus permainan hati ini. Ini hanya urusan picisan saja kan? Bukan sebuah roman yang kemudian kita banggakan dan harus kita ambil pusing bagaimana proses dan hasil akhirnya itu. Ah, sudahlah.

Terima kasih untuk waktu singkat ini. Sekian dan terima kasih dari saya yang selalu merindukan bulan terus bersinar terang dimalam hari sampai-sampai saya meminta ibu untuk mengambilkannya. Kini, biarkan saya sendirian saja menghadapi alam semesta ini, saya biarkan dia bekerja dengan sendirinya, ntar saya menyesuaikan saja dalam arus putarannya nanti.

One thought on “Menghadapi Semesta Sendirian, Jangan Takut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s