Biarlah Hujan yang Jadi Saksi


Hujan siang itu belum juga selesai, aku terjebak pada sebuah halte kecil depan kantor polisi. Bukan diinginkan dan tidak direncanakan sebelumnya kalo seandainya aku harus berteduh di halte tersebut bersama seseorang yang pernah mewarnai hari-hariku beberapa waktu lalu.

“baru pulang kerja ya?” aku mencoba membuka percakapan dengan dia meskipun membutuhkan waktu lama bagaimana aku harus mengawali perbincangan di halte yang hanya ada aku dan dia itu.

Hujan makin deras, air-air hujan yang jatuh berderai di atas aspal jalanan yang sebelumnya begitu panas dan gersang. Mereka seperti sementara merayakan pesta yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

“Iya…” singkat saja dia menjawab pertanyaanku.

Hening…

Tak sadar, sebuah daun yang masih basah jatuh menerpa pundakku. Kupandangi lagi jalanan yang hanya dilalui oleh beberapa kenderaan roda empat, pelan melaju bagaikan irama sebuah musikal pada pentas seni. Kulirik jam tangan, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.

Suasana makin canggung, hanya aku dan dia yang berada di halte depan kantor polisi itu, ingin sekali aku kembali membuka perbincangan dengan dia, sekaligus menghilangkan kepenatanku menunggu hujan reda. Bukan aku inginkan, sebenarnya aku juga sudah kepengen pergi dari situ, hanya saja hujan makin lama makin deras.

Sementara itu, aku perhatikan dia hanya sibuk dengan blackberry-nya. Sekali dua kali aku meliriknya, kadang dia tersenyum sendiri. Ah, mungkin lagi asyik sama mainannya. Orang zaman sekarang, tak jarang kita jumpai sering senyum-senyum sendiri ketika sedang berhadapan dengan HP. Sebenarnya aku pengen ambil HP, mau buka twitter, BBM, atau entahlah apa saja yang penting bisa mengusir kepenatan sore itu. Tapi HP sudah lowbatt…

“Pacarmu mana?” secara spontan pertanyaan itu meluncur  secara sempurna dari bibirku, sebuah pertanyaan yang aku sendiri kaget mendengarnya setelah terucapkan.

“Hahaha… Kenapa aku malah sibuk nanyain itu?” rutukku dalam hati

“Kenapa tanya-tanya?” balasnya sambil memperlihatkan wajah jutek.

Dalam hati aku hanya bergumam, nih cewek kok begitu cepat berubah ya, padahal aku hanya pengen basa-basi sambil menunggu hujan reda. Ataukah pertanyaanku yang membuatnya tersinggung atau apa, entahlah… huffttt… Aku kok malah diliputi rasa nggak nyaman. PFFFFTTT… damn..

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti depan halte, seseorang dalam mobil menurunkan kaca jendela pintu depan sambil memberi isyarat untuk segera masuk ke dalam mobil pada cewek yang berdiri disampingku. Tanpa pamit dan secara terburu-buru, cewek itu masuk ke dalam mobil. Aku hanya diam saja menyaksikan kejadian tersebut, tak bisa berkata apa-apa, seakan-akan aku terbuai oleh irama bunyi hujan yang jatuh diatap halte.

Hingga akhirnya mobil itu lenyap dibalik tikungan bersama kabut air hujan yang makin lama makin deras. Aku melirik sepeda motor yang aku beli secara kredit yang kadang setiap bulan setorannya macet. Mungkin ini yang jadi faktornya ya? Ah, sudahlah…. Nggak apa-apa, aku tidak menyalahkan keadaan itu, keadaan gak salah, waktu mungkin juga gak salah. Siapa yang salah, aku nggak tahu. Mungkin rumput yang sementara bergoyang itu tahu apa jawabannya.

Karena perut makin lama makin keroncongan juga, akhirnya aku nekat untuk segera pulang meskipun resikonya basah kuyup. Gak jadi masalah, yang penting segera sampai di rumah, ganti pakaian, makan kemudian tidur. Beda halnya dengan cewek tadi, pulangnya dijemput pake mobil, duduk nyaman sambil mendengarkan musik tanpa harus khawatir basah dengan hujan.

“Ooohhh… jadi ini jawaban dari semua???” hahaha, tanpa harus aku dengar darinya lagi kenapa dia meninggalkanku, aku sudah bisa menarik kesimpulan sendiri kenapa cewek itu memutuskan hubungan ini tanpa sebab dan tanpa penjelasan detail…. Kayaknya aku gak harus langsung pulang ke rumah deh, tapi mau mampir di dealer mobil, mau lihat harga angsuran kredit mobil perbulannya itu berapa… hahahahaha….

Insya Allah….😀

3 thoughts on “Biarlah Hujan yang Jadi Saksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s