Mencintai Syarat, Mensyarati Cinta


Masihkah kita mau tetap menerima pasangan kita jika suatu saat ketahuan melakukan hal-hal yang kita tidak inginkan? Contohnya, jika sang pujaan hati ternyata rajin belanja sehingga memberatkan kondisi perekonomian keluarga, atau sang kekasih hati gemar menceritakan kepada orang lain tentang kekurangan kita.
Sebaiknya jangan buru-buru menjawab. Dalam masyarakat kita banyak sekali perceraian maupun sepasang kekasih putus hanya karena ketidakcocokan. Banyak rumah tangga tercerai berai akibat satu atau kedua belah pihak gagal menemukan apa yang diinginkannya. Jika memang benar begitu, maka sebuah pertanyaan dasar pantas kita munculkan. Sungguhkah kita mencintai pasangan kita,,, atau kita terlalu mencintai syarat-syarat yang kita berikan pada pasangan kita?
Seandainya Dadang, temanku yang ada dikampung nun jauh disana tidak menggunakan hatinya, sudah pasti pasangannya tersebut sudah lama ditinggalkannya. Selain sering melakukan hal-hal yang tidak disenanginya dan sudah diperingatkan berulang kali, pasangannya tetap saja melakukannya. Tidak sesuai harapan bahkan sering mengecewakan. Itulah yang dirasakan teman tersebut. Hebatnya, Dadang terus mencintainya.
Dadang (paling tidak sampai coretan ini selesai dibuat) memang benar-benar sangat mencintai pasangannya tersebut. Dia tetap berada dibelakang sang tercinta dengan penuh dukungan dan tanpa syarat. Tak ada syarat apapun yang diberikan.
Memang jauh lebih mudah mengkalkulasi untung-rugi dalam sebuah jalinan hubungan yang diikat dengan berbagai aturan. Temannya saya juga begitu, mungkin saja dia sudah menghitung untung ruginya dalam mempertahankan hubungannya dengan sang tercinta. Sebuah keputusan yang belum tentu kita bisa lakukan dalam keseharian kita yang sarat wilayah abu-abu (kalau tidak ingin dikatakan KJ)

Soal cinta, terpulang pada kita. Untuk mau mencintai seseorang tanpa syarat, atau justru diam-diam mencintai syarat yang kita berikan pada pasangan kita sendiri. Coba dihitung, berapa banyak kebahagian yang kita tidak dapatkan hanya karena terlalu banyak memberi syarat dalam cinta ketimbang memberikan cinta tanpa syarat apapun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s