Aku Ada Untukmu, Sobat…


….

Siang itu, bagai disambar petir disiang bolong yang gak ada tanda-tanda hujan mau turun, aku tersontak kaget mendengar kabar duka dari teman yang sudah lama tidak pernah bersama. Sudah hampir 3 tahun lebih aku gak pernah ketemu dia, tapi tiba-tiba mendengar kabarnya, bukan dengan kabar baik. Menjaga privacy sahabat, aku tak perlu menguraikan apa kabar buruk yang menimpanya tersebut.

“Kamu sudah hubungi teman-teman lain? Gimana respon mereka?” aku melayangkan pertanyaan sesingkat mungkin

“Sudah, tapi mereka belum bisa nampaknya…” ujarnya datar.

“Tunggu, biar aku saja yang ngomong sama mereka” ku coba menenangkan hatinya pada saat itu.

Sehari selang mendengar kabar tersebut, aku masih memikirkan bagaimana caranya untuk mengkomunikasikan kepada teman-teman lain mengenai permasalahan sahabat tersebut. Kalau kata hatiku sendiri, aku mencoba untuk membantunya dan aku usahakan semampuku mungkin. Hingga akhirnya aku mendapatkan ide untuk bagaimana mengajak sahabat-sahabat lain untuk turut serta mengatasi masalah teman tersebut.

Kita dulu pernah mengagungkan sebuah sikap, bahwa masalah teman adalah masalah kita juga. Percuma kita hidup jika tak ada manfaatnya untuk orang lain.  Bukan  persoalan kita mampu dalam hal mengatasi masalah teman, akan tetapi bagaimana reaksi kita terhadap apa yang dialami orang lain. Bukan malah sebaliknya, bersikap sok tidak tahu menahu dan tidak mau turut membantu meskipun hanya sumbangsih pemikiran saja. Kita meskipun hanya dipersatukan dan akrab lewat botol minuman keras, bukan berarti sikap kepedulian kita seperti anggapan orang lain. Tidak seperti itu.

Setelah aku berhasil ngumpulin teman-teman, segera saja kami mendiskusikan hal tersebut. Berbagai pemikiran kami coba rundingkan bersama. Intinya, bagaimana kita harus menuntaskan masalah teman, bagaimanapun juga masalahnya adalah masalah kita juga. Alhamdulillah diantara kami selalu menemui jalan, yang penting niat kita itu baik, pamrih dan tanpa unsur apa-apa. Itu mungkin yang membuat kami kuat meskipun lama tak sering bersua.

Sebenarnya, mereka adalah teman-temanku semasa SMP dulu, usai menamatkan masa-masa SMA, kita berpisah. Beradu dengan nasib sendiri-sendiri, sebagian ada yang sukses, ada yang belum beruntung. Akan tetapi, kami selalu mentaati janji diantara kami semasa masih kecil dulu, semasa beranjak remaja dulu. Susah ataupun senang, kita akan selalu bersama meskipun sudah beda nasib dan sudah berpisah tanpa harus bisa ketemuan lagi seperti masa-masa dulu.

Terima Kasih Ingka Fransiska….

Oh ya, lewat tulisan ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada Ingka Fransisca Yusuf, temanku yang turut andil membantu menyelesaikan masalah kami ini. Bagaimanapun juga, kamu sudah beritikad baik bagi kami. Aku mungkin gak akan ngejelasin panjang lebar, ala kadarnya saja tapi terima kasih buat kamu Nk.

Lewat tulisan ini juga aku mau ngucapin selamat atas predikat yang kamu raih Nk jadi Putri Pariwisata Indonesia yang terfavorit asal Gorontalo, kelak kau akan jadi bintang yang bersinar jika karirmu dalam dunia model terus ditekuni dengan rajin dan sungguh-sungguh. Maaf yaa, malam minggu kemarin gak sempat datang pada syukuran Ulang Tahunnya,  bukan nggak niat datang, tapi karena ada satu dan lain hal yang menghalangi sehingga gak berkesempatan datang.

Mengakhiri tulisan ini, saya hendak menyampaikan bahwa dalam keadaan apapun kita, susah atau senang. kita harus senantiasa ceria. Hidup hanya sekali, untuk apa kita habiskan hidup hanya dengan bermurung durja, kita harus bahagia. Bahagia itu kita yang ciptakan, bukan orang lain seperti yang terkutip dalam sebuah film….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s