Yang Terlupakan dari Derby della Madoninna


DERBY DELLA MADONNINA

Ya….. saya kepengen ngebahas tentang derby della madonnina [Inter milan dan ac.milan] coz saya sangat geram dengan para merda yang sudah banya menyembunyian fakta [score derby] sebenarnya demi keuntungan suatu kelompok !!!!!!!
WTF…… kalian selalu membanggakan kemenangan Milan 8 – 1 terhadap Inter di Coppa Mauro on 3 March 1918 tapi kalian lupa friendly match 25 January 1920 dan Serie-A 24 March 1974 !!!! oke…. akan saya bahas, tetapi kita ulas dulu ya apa itu derby della madonnina dan derby dari era ke era

Derby Della Madonnina

Laga derby merupakan pertandingan antar tim yang berasal dari kota yang sama. Pertandingan ini biasanya memiliki aura pertandingan yang berbeda dengan aura pertandingan antar klub besar untuk memenangi trofi juara. Pertandingan ini sarat emosi bukan karena prestasi yang diperebutkan tetapi lebih karena gengsi. Pembuktian kepada bagian lain dari kota tersebut bahwa merekalah yang lebih baik. Dalam Liga Italia Serie-A sendiri ada beberapa laga derby yang juga terbilang seru, ada Derby della Mole (juventus vs Torino), Derby della Capitale (As.Roma vs Lazio), Derby D’Italia antara Inter & Juventus, padahal bukan dari satu kota, tapi sejarahnya karena 2 klub ini belum pernah turun ke Serie B, sehingga jadi derby penguasa Serie A (Tapi akibat kasus Calciopoli tahun 2006, Juventus terpaksa turun ke Serie B karena dipastikan bersalah melakukan pengaturan skor) Dan “Ibu dari segala Derby” yaitu Derby Della Madonnina, yang pastinya sarat gengsi dan emosi antara 2 klub kota Milan, yaitu Internazionale dan AC Milan.

Asal kata Madonnina merupakan panggilan masyarakat setempat untuk patung Virgin Mary yang berada di puncak Katedral Milan, salah satu trademark kota Milan. Bagi warga Milan tempat tersebut merupakan tempat yang sakral dari segi rohani dan seperti yang kita ketahui dimana sepakbola menjadi sebuah “kepercayaan” di negeri Italia maka tidak berlebihan jika memberi nama derby ini della Madonnina, derby yang secara etimologis menganalogikan bahwa siapapun yang memenangkan derby tersebut, merekalah yang berada di puncak kota Milan. Tempat dilangsungkannya derby della Madonnina antara Milan & Inter menggunakan stadion yang sama namun dgn nama yang berbeda. Oleh kubu Inter, diberi nama Guiseppe Meazza untuk menghormati jasa mantan pemainnya yang juga merupakan nama resmi stadion ini, hal ini juga yang membuat Milanisti enggan menyebut stadion tersebut dengan nama yang sama mengingat nama itu adalah mantan pemain Inter sehingga kemudian diberi nama San Siro. Saat dilangsungkan derby para suporter membagi diri mereka menjadi dua bagian, yaitu curva nord, di bagian utara stadion yang menjadi tempat para Interisti dan curva sud, bagian selatan stadion yang menjadi tempat para Milanisti
SEJARAH AWAL
Cerita tentang lahirnya persaingan antara kedua klub bermula tanggal 16 Desember 1899 dimana waktu itu hanya ada Klub Kriket dan Sepakbola Milan yang didirikan oleh Alfred Edwards. Saat itu ia menjadi presiden dari Klub Kriket dan Sepakbola Milan. Dibantu oleh Herbert Kilpin yang menjadi kapten klub sepakbola. Pada 9 Maret 1908, perselisihan mengenai dominasi pemain Italia dan Inggris di klub Ac Milan menyebabkan sekumpulan orang Italia dan Swiss memecahkan diri dari Ac Milan untuk membentuk klubnya sendiri. Nama Internazionale diambil karena pendirinya ingin membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara luar. Pada era itu, Inter identik dengan kaum borjuis sedangkan Milan dengan kelas pekerjanya. Ternyata selain berbeda visi, suporter kedua tim juga memiliki perbedaan stratifikasi sosial yang menjadi alasan mengapa persaingan kedua klub kota Milan ini begitu panas.

ERA MAZZOLA DAN RIVERA
Di era 60-an, derby Milan menjadi saksi dua bintang besar sepak bola Italia saling berhadapan. Salah satu pemain yang paling mewakili kubu La Beneamata adalah Sandro Mazzola, putra bintang Torino Torino FC, Valentino Mazzola (pemain yang bersama sebagian besar rekan setimnya di Il Toro. Meninggal dalam kecelakaan pesawat di tahun 1949 setelah empat tahun mendominasi Serie A). Lawannya di kubu Il Diavolo Rosso, adalah Gianni Rivera, yang dijuluki Golden Boy karena talentanya.  Era ini menyajikan derby brilian dan juga peningkatan tensi rivalitas antara kedua tim: Milan memenangkan trofi Eropa di tahun 1962-1963, Inter mengikutinya dengan sukses beruntun di tahun berikutnya. Milan kembali memenangkan gelar yang sama di tahun 1968-1969. Selama periode sukses keduanya, Milan dilatih oleh Nereo Rocco dan Inter ditukangi oleh Helenio Herrera, dua nama yang banyak menangani banyak pemain besar. Rivalitas itu berlanjut ke tim nasional Italia, di mana kedua pemain handal tersebut jarang bermain bersama – salah satu biasanya akan menggantikan yang lain di babak kedua. Rivera kehilangan posisinya sebagai starter di tangan Mazzola pada final Piala Dunia 1970, di mana Gli Azzurri dibantai 4-1 oleh Brasil. Rivera baru masuk di menit 88, di mana Italia sudah keburu hancur dan itu dianggap banyak pelatih dan fans sebagai kesalahan arsitek La Nazionale, Ferruccio Valcareggi, karena permainan Rivera yang lebih dinamis bisa saja mengangkat performa tim di lapangan.

ERA 90-AN HINGGA SEKARANG
Era rivalitas lainnya kembali mencuat di akhir 80-an serta awal tahun 90-an di mana trio Belanda: Marco van Basten, Frank Rijkaard dan Ruud Gullit bermain untuk Milan; sementara trio Jerman: Andreas Brehme, Jürgen Klinsmann dan Lothar Matthäus membela panji Inter. Meski dalam periode ini, Rossoneri mendominasi sepak bola Italia dan Eropa, persaingan antara keduanya akan dikenang akibat final Piala Dunia 1990 – di mana tim Belanda memasuki turnamen sebagai salah satu favorit berkat sukses di Piala Eropa 1988 serta trio pemainnya mengecap sukses di Milan berkat raihan trofi Eropa secara beruntun di tahun 1989 dan 1990. Milan pun sukses mengunci scudetto di tahun 1988, dan Inter merebutnya setahun kemudian. Ketika Belanda bersua Jerman di Piala Dunia, pertandingan tersebut dimainkan di kandang Inter dan Milan, Stadion Giuseppe Meazza – dan bagi kebanyakan orang laga itu terlihat seperti versi timnas dari derby Milan. Pertandingan panas itu berakhir dengan kekalahan De Oranje di kaki para pemain Jerman dan juga diusirnya Rijkaard setelah meludahi penyerang Jerman, Rudi Voeller. Jerman menang 2-1 dengan dua pemain Inter, Klinsman dan Brehme mencetak gol yang menghadirkan kemenangan moral bagi pendukung Nerazzurri. Meski demikian, Milan terus membukukan sukses di pentas domestik dan internasional: mereka membangun skuad yang dijuluki Tim Tak Terkalahkan di bawah arahan Fabio Capello. Mereka memenangkan trofi Eropa kelima mereka di tahun 1984 dengan membekuk tim impian Barcelona yang dibesut Johann Cruyff 4 gol tanpa balas! Selain itu, Milan juga maju ke final kompetisi Eropa tiga kali secara beruntun. Di sisi lain, penantian panjang Inter untuk gelar di turnamen besar dimulai setelah tahun 1989, dan baru berakhir di tahun 2006 kala skandal calciopoli memaksa Juventus menyerahkan scudetto 2005-2006 kepada Nerazzurri. Inter kemudian memenangkan gelar juara tahun 2007 dengan memecahkan rekor 17 kemenangan beruntun dan menang dua kali atas Milan – derby kedua yang bakal paling dikenang, karena sang fenomena, Ronaldo sebelumnya bermain untuk Inter di akhir 90-an.

LIGA CHAMPIONS 2004-2005
Derby paling dikenal antara Milan dan Inter di era ini mungkin adalah leg kedua perempat final Liga Champions pada 12 April 2005. Milan unggul 1-0 (agregat 3-0) berkat gol cepat Andriy Shevchenko dan fans fanatik Inter mengamuk setelah gol Esteban Cambiasso di babak kedua dibatalkan wasit Markus Merk secara kontroversial. Botol dan barang-barang lain beterbangan ke dalam lapangan permainan, dan tak lama kemudian meningkat menjadi kembang api. Saat kiper Milan, Dida berusaha membuang botol demi melepas tendangan gawang, sebuah kembang api yang dilempar dari tribun menghantam bahu kanannya dan memaksa wasit menghentikan laga di menit 74. Setelah ditunda selama 30 menit di mana para pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di lapangan, pertandingan dilanjutkan kembali. Namun semenit kemudian, wasit Markus Merk memutuskan untuk menghentikan laga sepenuhnya setelah makin banyak kembang api beterbangan ke lapangan. Milan dihadiahi kemenangan 3-0 dan unggul agregat mutlak 5-0! Inter juga dijatuhi denda sebesar 200.000 euro – denda terbesar yang pernah dijatuhkan UEFA – dan harus menggelar empat laga Liga Champions mereka di musim 2005-2006 tanpa penonton.

MASA KINI
Rivalitas panas kota Milan kembali memanas setelah musim 2009-2010 Inter meraih tiga gelar bersejarah. Beberapa faktor yang menyulut kembali bara
persaingan kedua kubu adalah:
– Gelar scudetto ke-18 Inter musim 2010 membawa mereka mengungguli Milan (yang baru meraih 17 gelar pada musim itu) untuk pertama kali sejak Milan menyamai perolehan 13 scudetto Inter di musim 1992-1993. Meski kini kembali sama – sama mengumpulkan 18 scudetto
– Gelar Coppa Italia ke-6 Inter juga membawa mereka melompati raihan Milan (5 gelar) untuk kali pertama dalam sejarah kompetisi tersebut.
– Inter adalah tim Italia pertama (dan klub keenam dalam sejarah) yang memenangkan treble –> gelar juara domestik (Serie A 2009-10), piala domestic (Coppa Italia 2009-10) dan Liga Champions Champions 2009-10.
– Inter meraih kemenangan double atas Milan di musim 2009-2010, melibas mereka 0-4 di pertemuan pertama kala Milan bertindak sebagai tuan rumah, dan menang 2-0 di pertemuan kedua.
Pertemuan kedua merupakan yang paling diingat oleh fans Nerazzurri karena Inter bermain tanpa Wesley Sneijder yang dikartu merah wasit di babak pertama dan Lucio menyusul di babak kedua. Dominasi Inter digenapkan oleh penampilan cemerlang kiper Julio Cesar yang menggagalkan penalti Ronaldinho di menit akhir.

REKOR SKOR BESAR DALAM DERBY MADONNINA

Kemenangan Untuk AC. Milan     

Milan 6-3 Inter on 30 April 1911    in Serie A
Inter 0–4 Milan on 1 April 1917  in  Coppa Regionale Lombarda
Milan 8-1 Inter  on 3 March 1918    in Coppa Mauro
Inter 0–4 Milan  on 13 October 1918    in Coppa Giurati
Inter 2–5 Milan  on 16 February 1919    in Coppa Mauro
Milan 0-2 Inter  on 29 May 1924    in friendly match
Milan0-4 Inter   on 11 September 1955    in friendly match
Milan 5-3 Inter  on 27 March 1960    in Serie A
Milan 4-0 Inter  on  27 June 1963    in Torneo Città di Milano
Milan 4-2 Inter  on 26 June 1968    in Coppa Italia
Milan 6-4 Inter  on 29 June 1969    in Torneo Città di New York
Milan 5-0 Inter  on 8 January 1998    in Coppa Italia
Inter 0–6 Milan  on 11 May 2001    in Serie A
Inter 2–4 Milan  on 21 October 2001    in Serie A

Kemenangan Untuk INTERNAZIONALE MILANO      

Milan 0-5 Inter  on 6 February 1910    in Serie A
Inter 5-1 Milan  on 17 February 1910    in Serie A
Inter 5-2 Milan  on 22 February 1914    in Serie  A
Milan 1-4 Inter  on 4 April 1915    in friendly match
Milan 1-9 Inter  on 7 June 1917    in friendly match
Inter 4-2 Milan  on 28 September 1919    in friendly match
Milan 1-17 Inter on 25 January 1920    in friendly match       <<<<<<<<<<<
Milan 3-6 Inter  on 19 September 1926    in friendly match (San Siro inauguration)
Milan 1–14 Inter on 19 March 1931    in Serie A       <<<<<<<<
Milan 2-4 Inter  on 26 November 1944    in Coppa Monti
Inter 7-0 Milan  on 28 March 1965    in Serie A
Inter 4-0 Milan  on 2 April 1967    in Serie A
Milan 1–11 Inter  on 24 March 1974    in Serie A      <<<<<<<<
Milan 0–4 Inter  on 29 August 2009   in Serie A
Milan 2-4 Inter on 5 May 2012    in Serie A

Yupz, itulah rekor derby della madonnina dengan kemenangan yang mempunyai selisih gol di atas satu gol !!!!!!!
Mungkin banyak yang kaget dengan kemenangan  1 – 17 Inter terhadap di friendly match dan  1 – 14 Inter di serie-A terhadap milan tapi itulah kenyataan dan fakta . banyak sekali anak2 milanisti yang menyembunyikan fakta tersebut, tidak sedikit yang saya jumpai di beberapa blog, FP facebook dan catatan facebook mereka selalu mengelu – ngelukan tim kesayangannya dan menmbanggakan skore 8 – 1 kemenangan Milan sebagai kemenangan derby della madonnina dan menyerang sebagian Interisti yang tidak mengetahui rekor yang sesungguhnya !!!!!

Saya pun dulu pernah mengalami serangan seperti itu di media facebook dan saya hanya bisa terdiam, tetapi setelaah saya menanyakan kepada org tua saya (abah) yang seorang Interisti juga .  tenyata abah saya hanya tersenyum dan mengelus2 kepala saya dan mengajak saya membuka beberapa situs yaitu ; http://www.inter.it http://www.acmilan.com/ dan http://www.boys-san.it dan setelah membuka beberapa situs itu saya pun tersenyum sumringaah karena di sana mereka memaparkan kenyataan yang berbeda dengan yg di paparkan milanisti, khususnya yang berada di Indonesia X_X .

tulisan ini sudah sering saya baca dari beberapa sumber, dan kembali saya posting disini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s