Hal Penting dari Derby della Madoninna


sepakbola memang selalu menghadirkan hal-hal terindah, diluar dari hasil pertandingan itu sendiri.

Edisi kali ini, saya mau bahas mengenai dua laga yang paling terkenal, yakni laga Derby Della Madoninna antara Inter vs Milan. Tulisan ini berdasarkan referensi dari berbagai sumber dan saya sajikan secara singkat, sederhana dan mudah dimengerti. Mengenai sejarah kedua klub maupun sejarah pertemuan antara kedua klub tersebut bagaimana, silahkan anda googling saja

Daftar pertandingan antara Inter vs Milan dalam 7 tahun terakhir dimana masih di dominasi oleh Inter Milan dengan raihan kemenangan sebanyak 9 kali dibandingnkan Milan yang hanya meraih 6 kali kemenangan. Berikut daftar statistiknya

Lanjut lagi, berikut lampiran kemenangan terbesar antara
Inter dan Milan sepanjang sejarah

Selanjutnya, mengenai laga beberapa kompetisi yang menggunakan sistem gugur, berikut statistiknya

Dan tabel di bawah ini lagi merupakan sejarah pertemuan antara Inter dan Milan (hitungan sampai dengan laga terakhir, tanggal 15 Januari 2012 silam)

*

Okelah, terlepas dari hal-hal diatas, ada hal menarik yang selalu saya simak dari Derby Della Madoninna ini dan saya quote dari sebuah media.

AC Milan dan Inter Milan sudah sangat lama menjadi rival. Tapi rival bukan berarti perang saudara. Bukan berarti juga saling membenci. Warna pertentangan dari Milan dan Inter, sebenarnya, bahkan sudah terlihat dari warna kostum mereka sendiri. Milan diwakili oleh warna merah, sementara Inter oleh warna biru. Yang satu punya kesan lebih menyala, sementara yang lainnya punya kesan lebih teduh. Hanya warna hitam yang kemudian menjadi persamaan keduanya. Warna tegas, kelam, yang kemudian tampak menjadi batas rivalitas dari keduanya.

Tapi, rivalitas Milan dan Inter terbilang indah. Hampir seindah kotanya sendiri. Indah apa adanya seperti yang terjadi di atas lapangan. Kalaupun ada letupan-letupan kecil di atas lapangan rumput itu, maka itu adalah hal yang biasa terjadi–atau lugasnya bisa dibilang, “Namanya juga (pertandingan) sepakbola.”

Indah juga lantaran tanpa dicampuradukkan dengan bumbu-bumbu lain seperti politik, sosial, atau agama. Beda misalnya dengan derby di kota Roma dan Glasgow (Skotlandia), atau seperti rivalitas El Clasico di Spanyol, yang kerap membuat tensi pertandingan melebar sampai ke luar stadion. Panasnya El Clasico bahkan sempat membuat Vicente del Bosque pusing. Pelatih tim nasional Spanyol itu khawatir rivalitas pemain dari Real Madrid dan Barcelona sampai memecah kebersamaan La Furia Roja.

Okelah, suatu waktu derby ini pernah dikait-katikan dengan urusan politik. Inter secara tradisi sempat dianggap representasi kalangan konservatif yang didukung oleh orang-orang kaya di kota ini. Pemilik yang sekarang yang juga Raja Minyak Italia, Massimo Moratti, merupakan orang kiri dalam peta politik domestik yang pernah dicalonkan sebagai walikota Milan oleh aliansi partai-partai berhaluan tengah-kiri.

Milan sebaliknya. Klub ini pernah diidentikkan sebagai tim kelas pekerja yang didukung oleh semacam serikat-serikat buruh. “Si Tuan Besar” Silvio Berlusconi adalah konglomerat media yang juga pemimpin Forza Italia, partai oposisi beraliran tengah-kanan. Tifosi Milan tentu pernah amat bangga melihat patronnya itu dulu menjabat perdana menteri Italia.

Akan tetapi perbedaan politik di atas sudah basi sekitar lebih dari satu dekade lalu. Yang ada saat ini ya tinggal urusan sepakbola. Derby Milan adalah soal prestise–biasanya lebih dari sekadar urusan tiga angka–tentang sentakan cinta domestik warga kota ini. Jangan heran kalau sampai beberapa jam sebelum kedua tim ini berlaga pun para Milanisti dan Interisti masih sempat-sempatnya minum bareng di bar atau kafe yang sama dan saling berkelakar akrab.

“Kami tidak suka satu sama lain, tapi mungkin kami berdua lebih membenci Juventus,” tutur seorang fans Inter pada suatu waktu, sebelum derby di tahun 2007. “Memang ada ejekan atau lelucon di antara kami, tapi tetap ada batasnya. Kami toh tinggal di jalanan yang sama, bekerja di tempat yang sama, dan bepergian dengan metro yang sama. Kadang-kadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi itu jarang.”

apalagi yang lebih indah dari suasana seperti itu?

sumber: wikipedia & detiksport

One thought on “Hal Penting dari Derby della Madoninna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s