Meriahnya MTQ di Limboto


Malam itu, sinar bulan nampak terang. Tidak ada tanda-tanda turun hujan meskipun sebelumnya pada sore hari sempat mendung. Kilauan lampu-lampu yang besar maupun kecil, nampak terlihat menyemarak. Ribuan orang bahkan berdesak-desakan, nampak pula parkiran sudah berjejalan penuh dengan berbagai kenderaan

Ya, seperti itulah pemandangan yang terlihat di area Sport Centre Limboto, Kabupaten Gorontalo tempat berlangsungnya perhelatan Musabaqah Tilawati Qur’an (MTQ) yang ke lima kalinya di Provinsi Gorontalo.

Ini juga boleh dikatakan untuk ketiga kalinya saya terlibat langsung (setelah sebelumnya di Tilamuta – Kabupaten Boalemo dan di Kwandang – Kabupaten Gorontalo Utara) meskipun bukan sebagai official resmi perwakilan daerah pada event tahunan yang sudah menjadi agenda tersendiri di Gorontalo tersebut.

Hal menarik yang bisa saya simpulkan dari penyelenggaraan event keagamaan yang memang menarik perhatian tersendiri disini adalah ketika berlangsungnya upacara pembukaan. Masing-masing kafilah mempertontonkan khasanah budaya tentang Gorontalo, baik secara adatnya maupun dalam unsur agamanya itu sendiri. Selain itu juga, perpaduan antara tradisi tradisional dan modernnya juga begitu kental terasa.

Buruda, rabana, gambusi adalah beberapa contoh alat musik yang bisa kita saksikan dalam perhelatan tahunan semenjak tahun 2006 tersebut. Selain itu juga, disini kita bisa menyaksikan bili’u yang merupakan pakaian khas Gorontalo disamping pakaian-pakaian adat lainnya.

Gorontalo sendiri pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat nasional yang kala itu dilaksanakan di halaman Plaza Limboto (kini sudah menjadi RS Mall Dunda Limboto yang kini juga sudah diakusisi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadi BLU Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Gorontalo).

Dan tentunya, hal ini menjadi point penting tersendiri bagi daerah kita, dalam hal penyelenggaraan event-event tahunan baik dari tingkat bawah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional sekalipun. Kita tentunya mampu menunjukan ke dunia, bahwa Gorontalo juga bisa menjadi tuan rumah yang baik.

Sebagai penutup dalam tulisan ini, saya hanya menegaskan bahwa saya disini bukan sebagai panitia, official, maupun sebagai peserta, akan tetapi saya hanya sebagai penikmat saja (kalau tidak mau dikatakan seksi sibuk yang tidak pada tempatnya atau cari sibuk sendiri…hehehehe)

wassalam

Sport Centre Limboto, 3 Mei 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s