Aku Merindukan Kemesraan Itu…


Terkadang, ada beberapa hal yang membuat kita merasa cemburu dengan apa yang terjadi di dunia ini. Banyak hal, bukan cuma satu dua persoalan saja. Rasa cemburu timbul karena rasa hakiki yang memang sudah dimiliki manusia ketika dia tidak memiliki atau bahkan tidak seperti hal yang di cemburui. Ngomongin tentang rasa cemburu, tentunya semua orang pernah mengalami hal ini, diakui atau tidak. Karena memang pada dasarnya sudah dari sononya perasaan tersebut. Normal.

Positifnya, rasa cemburu hadir karena ada rasa cinta, timbal baliknya memang begitu. Seperti hukum newton yang kita pelajari semenjak duduk di bangku SMA. Kalau mau jujur, ada beberapa hal yang pantas saya cemburui, namun rasa cemburu saya mendasar saja dan ala kadarnya. Mungkin pula, melalui blog ini saya mencurahkan isi hati kenapa saya harus cemburu.

Jujur saja, melihat keakraban orang lain ngumpul bersama keluarganya, bercanda bersama, menghabiskan hari liburan bersama, saya cemburu menyaksikan hal tersebut. Semenjak masih kecil hingga saat ini, boleh dikatakan saya jarang bahkan tidak pernah mengalami hal seperti ini. Semenjak duduk di bangku SMA, saya sudah memilih untuk jarang berada di rumah dan memilih tinggal di kost-an. Mungkin wajar pada saat itu saya memilih ngekost karena jarak dari rumah ke sekolah harus menempuh perjalanan jauh.

Saat duduk dibangku kuliah, saya juga kembali memilih ngekost dibanding harus berada di rumah. Meskipun tidak ada jadwal kuliah, saya malah nongkrong di kampus, begitu pula halnya ketika masa liburan tiba, saya lebih memilih mengaktifkan diri untuk aktif di berbagai organisasi yang saya geluti. Mungkin, dalam setahun intensitas pulangnya saya ke rumah hanya bisa dihitung dengan jari, meskipun jarak dari kampus ke rumah tidak begitu jauh, bahkan tidak terpisahkan oleh lautan maupun pulau.

Melihat keadaan tersebut, tentunya pula saya harus hidup mandiri dan tidak tergantung lagi dari pemberian orang tua. Banyak hal yang harus saya kerjakan, yang penting menghasilkan uang secara halal untuk menopang penghidupan sewaktu itu. Mulai dari mengemudikan bentor hingga jualan koran di kampus pun pernah saya lakoni.

Bahkan, setelah menamatkan kuliah tahun 2007, saya tetap sibuk dengan pekerjaan saya waktu itu sebagai wartawan salah satu media massa di Gorontalo yang memang saya tekuni semenjak saya kuliah. Alhamdulillah, keadaan seperti itu mengajarkan saya bagaimana untuk hidup mandiri dan bagaimana rasanya hidup susah. Berkat ketekunan itu juga, saya pernah membeli sepeda motor Satria 120cc sendiri, tanpa bantuan orang tua sekalipun.

Kenapa saya jarang berada dirumah? Kenapa saya lebih banyak nongkrong? Kenapa saya kecewa ketika saya menemui teman namun dia sibuk dan tidak bisa diajak untuk ngobrol bersama? Karena sejujurnya saya menginginkan hal-hal tersebut. Hal-hal yang tidak pernah saya dapatkan dirumah. Ketika berada di rumah sendiri, saya bukannya menganggap rumah itu neraka, akan tetapi ada rasa kebosanan ketika saya berada di rumah. Entahlah….

Bahkan, semenjak duduk dibangku kuliah hingga saat ini, saya sering membiayai hidup secara sendiri. Segala kebutuhan dan keinginan saya penuhi secara sendiri. Saya juga sadar, tidak mungkin saya harus mengandalkan pemberian orang tua karena saya tahu bagaimana keadaan ekonomi keluarga saya.

Sejujurnya, saya merasa sedih ketika semua yang saya dapatkan itu tak ada artinya sama sekali. Saya hanya merindukan kebersamaan itu, kemesraan itu, berada bersama-sama di tengah keluarga, saling berbagi cerita. Ketika orang lain sibuk bersama keluarganya, saya malah tersiksa sendiri meratapi keadaan saya yang hanya berkeliaran kesana-kemari.

*

Bahkan, untuk curhat dan berbagi cerita bersama keluarga, saya tidak pernah sama sekali. Dalam keluarga, nyokap yang dekat dengan saya dibanding bokap. Jika saya kekurangan duit, terkadang saya meminjam duit sama nyokap. Bahkan, saya gak pernah sama sekali cerita tentang siapa pacar saya kepada mereka. Jangankan cerita tentang pacar, ngajakin pacar ke rumah pun belum pernah sekalipun dalam sejarah hidupku karena saya jarang bahkan tak pernah pacaran.

Kisah cintaku mungkin ironis. Sewaktu duduk dibangku SMA, nanti kelas 3 bisa merasakan indahnya pacaran itupun tidak lama karena salah satu diantara kami harus terpisah jauh. Namun syukur Alhamdulillah ketika kuliah saya punya pacar, lumayan lama tapi terpisah lagi oleh jarak ketika dia harus kembali ke kampung halamannya. Selang 3 tahun kemudian bisa pacaran lagi, tepatnya bulan Ramadhan tahun 2010. Namun takdir berbicara lain, sang pacar yang saya andalkan sebagai teman, adik, kekasih, kerabat dan segalanya itu akhirnya meninggal setelah seminggu melawan penyakitnya.

Hingga saat itu saya tidak pernah pacaran lagi. Sempat jadian dengan beberapa orang cewek, namun yang paling lama hanya bertahan sebulan, ditinggal selingkuh lagi. It’s no problem, mungkin begitulah dinamika yang memang sudah digariskan. Akan tetapi, bukan berarti saya berhenti berjuang sampai disitu saja, saya akan terus berjuang dan terus mencari hingga akhirnya aku bisa mendapatkan pendamping hidupku yang menemaniku hingga lanjut usia. Insya Allah.

Sampai saat ini, saya masih terus menyembunyikan perasaan itu, perasaan cemburu melihat orang lain ceria bersama keluarganya setiap saat. Cemburu melihat orang lain yang memiliki pacar yang bahkan ketika hari ini putus dengan pacarnya, esoknya dia dapat pengganti lagi. Mungkin, semua orang melihat saya tegar. Mungkin, semua orang melihat bahwa saya adalah orang yang selalu terlihat ceria, karena memang pada dasarnya saya selalu menyembunyikan perasaan yang sebenarnya itu. Tapi biarlah, saya yakin waktulah yang akan menjawab semua ini. Insya Allah.

dear my parents, I miss the days when I was younger,
I miss the intimacy and warmth in the midst of the family.
I miss the days when people in the house is quiet. I miss all of it


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s