Perjalanan Rasa yang Harus Dijalani


Semua orang masih ingat, bagaimana dilemanya Wesley Sneijder, mantan playmakernya Inter Milan yang berkebangsaan Belanda. Saat itu, Sneijder ditawar dengan banderol mahal oleh 2 klub besar Liga Inggris, yakni Manchester United dan Liverpool. Tidak bisa dipungkiri, bahwa dalam hati kecilnya Sneijder pasti mengiyakan salah satu  tawaran diantara 2 klub tersebut. Akan tetapi, lika-liku perjalanan calciomercato (proses transfer pemain antar klub) yang saat itu mengalami pasang surut, akhirnya Sneijder memutuskan untuk pindah dari Inter Milan ke klub asal Turki, Galatasaray.

Saya mencontohkan kejadian diatas seperti halnya dalam hubungan cinta, kadang kita seperti memberi harapan kepada orang lain namun disatu sisi, harapan yang kita bangun maupun yang kita berikan tidak pernah berakhir dengan seperti yang kita harapkan. Semua orang bahkan saya sendiri pernah mengalami hal-hal yang seperti ini, yang kemudian oleh sebagian orang dinamakan PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Terkadang, saya tidak pernah setuju dengan ungkapan tersebut, karena bagaimanapun juga, kita tidak berkehendak untuk bagaimana memberikan harapan kepada orang lain yang kemudian kita sendiri tidak merespon ataupun terus menjaga asa harapan itu. Begitu juga sebaliknya, saat kita tengah gencar-gencarnya berharap pada seseorang yang selama ini kita anggap baik responnya yang kemudian harapan kita sudah melambung tinggi, tapi pada akhirnya tidak sesuai yang kita inginkan. itu jatuhnya sangat terasa dan menyakitkan.

Menyikapi hal ini, saya mau jujur. Jujur pada diri sendiri yang sudah memberikan harapan terlalu tinggi pada seseorang. Iya, dia jadi korban. Disatu sisi, saya juga sangat berharap pada orang lain, namun apa lacur, semua tinggal harapan. Harapan yang saya inginkan tidak seperti yang saya harapkan. Tapi semua sudah terlanjur.

Apa yang dirasakan oleh Manchester United maupun Liverpool terhadap harapan yang diberikan oleh Wesley Sneijder mungkin meninggalkan seberkas rasa sakit sebenarnya. Bagaimana tidak, ketika sang pemain sudah merespon untuk siap bergabung tapi pada akhirnya tetap gagal bergabung, malah bergabung dengan klub lain, yakni Galatasaray.

Mengenai ungkapan rasa jujur, saya teringat dengan apa yang pernah diucapkan oleh Dian Sastro beberapa waktu silam, kalo gak salah ungkapan ini saat saya masih duduk dibangku kuliah. Udah lama sih, tapi apa salahnya saya mencoba untuk mengentrinya lagi.

“kejujuran itu seperti ‘Es Cream’, kalau tidak di lahap, bakalan cepat meleleh, hilang di telan hawa panas
bisep ditangan itu kan otot fisik , nah kejujuran itu otot mental. dan otot harus dilatih terus biar kuat. .
untuk hari ini, latihan kejujuran gue….
“jujur pada diri sendiri”
gue takut… takut kalau intuisi gue mengenai banyak hal selama ini salah
gue takut… takut kalau gue bangun besok matahari gak muncul di timur
atau…
gimana kalo gue bangun besok… dan gue baru tahu kalau…
KALAU HATI BISA SALAH…

-Dian Sastro-

Tapi semua sudah terlanjur, disatu sisi saya sudah berlaku jujur pada seseorang demi harapan yang lain dan mengandaskan harapan orang lain demi mengejar harapan yang lainnya, namun pada akhirnya yang ada makin tersakiti. Belum terlambat sih sebenarnya kalo pada akhirnya kita belum tersakiti kalo kita sendiri punya cara untuk bagaimana mengantisipasinya.

Terakhir, kita lihat saja bagaimana akhir jalan cerita semua ini. Saya sudah berjalan, namun ditengah perjalanan tersesat dan kehilangan arah, tapi mau tidak mau saya harus tetap berjalan meskipun saya sadar kalau saya sudah salah jalan. Disatu sisi, saya berharap untuk kembali menemukan jalan yang benar ditengah perjalanan ini… Sebuah perjalanan rasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s