Ketika Datang dan Pergi dari Ciptagelar


@stevenpolapa – @ACIdetikcom. Jika anda jalan-jalan ke Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sukabumi, cobalah untuk sekali-kali menengok kampung adat Ciptagelar yang jarak tempuhnya bisa membutuhkan perjalanan selama 4 jam dari Palabuhan Ratu, atau 6 jam dari pusat kota Sukabumi.

pemandangan alam yang bisa disaksikan ketika menuju atau meninggalkan Kampung Adat Ciptagelar

Perjalananannya sangat mengasyikan karena pastinya anda akan disajikan dengan pemandangan alam yang sungguh mempesona. Untuk bisa mencapai tujuan ke Ciptagelar, ada berbagai sarana transportasi yang bisa anda pilih, namun akses menuju ke sana sendiri memang agak sulit karena untuk angkutan umum tidak membuka akses, kecuali dengan menggunakan kenderaan berupa ojek.

Saya bersama rekan-rekan yang tergabung dalam trip grup Jawa I sendiri untuk menuju ke Ciptagelar menggunakan mobil Jeep 4WD. Jadi, bisa sekalian offroad menuju ke sana. Jalanannya belum teraspal secara sempurna, hanya berupa jalan pengerasan dengan menggunakan batu. Selama perjalanan menuju ke Ciptagelar, kami disajikan dengan pemandangan alam yang mempesona dan juga jantung yang terus berpacu seiring bunyi deru mesin mobil yang berupaya menaklukan jalanan yang terjal.

Jika anda menikmati perjalanan, maka lamanya perjalanan tidak akan terasa. Seperti itu yang saya terapkan meskipun agak deg-degan juga karena di kiri-kanan jalan jurangnya cukup terjal. Nah, itu cerita mengenai akses perjalanan menuju ke Ciptagelar. Terus bagaimana dengan perjalanan pulang dari Ciptagelar? Disinilah permasalahannya, tidak ada kenderaan yang membuka akses untuk pulang meninggalkan Ciptagelar. Jika seandainya ada, itu hanyalah ojek, dan ongkosnya tentu saja mahal. Kecuali jika anda menggunakan kenderaan pribadi.

Satu-satunya jalan yang bisa anda tempuh untuk meninggalkan Ciptagelar adalah dengan cara traking selama 5-6 jam ke arah utara melewati perkampungan kemudian mendaki Gunung Halimun dan Gunung Keneng yang masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Halimun hingga akhirnya sampai di Kabupaten Bogor. Atau traking ke arah Barat selama 7-8 jam hingga sampai di Palabuhan Ratu, Sukabumi atau juga dengan cara traking ke arah selatan selama 4 jam hingga akhirnya sampai di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dari berbagai pilihan itu, saya bersama teman-teman memilih traking ke arah utara hingga akhirnya tembus di perkebunan teh Nirmala, Kabupaten Bogor. Entah karena tidak terbiasa dengan rute “gila” itu, perjalanan yang kami tempuh menghabiskan perjalanan selama 9 jam. Benar-benar ekstrim dan gila rute itu, tapi karena kami terlanjur menikmati pesona alam yang begitu indah, kami santai-santai saja meskipun dalam hati bergumam tidak akan mau lagi memilih traking hingga 9 jam karena kesiapan mental dan fisik yang tidak terbiasa dengan medan yang begitu sulit.

Hingga pada akhirnya, ada beberapa hikmah dan kesimpulan yang kami bisa petik dari perjalanan mengasyikan tersebut, baik itu menuju ke Ciptagelar maupun ketika meninggalkan Ciptagelar dengan cara traking, salah satunya tentang nilai-nilai keindahan alam Indonesia yang terus dilestarikan oleh para warga yang sadar akan pentingnya menjaga alam titipan Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s