Kalo Gak Nekat, Gak Seksi Deh !!!


This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

“Kalo Gak Nekat, Gak Seksi Deh….” Entahlah, aku sendiri gak tahu dapat dari mana ungkapan ini, tapi aku sendiri merasa, nekat adalah sebuah tindakan yang harus aku lakukan disaat ada sesuatu yang harus aku lakukan (meskipun sudah tanpa harus menggunakan akal sehat lagi untuk mencernanya).
Tapi terkadang, kita sering bertindak diluar batas kesadaran kita, itu sudah cukup dikatakan sebagai tindakan nekat yang repleks. Emang ada ya nekat yang repleks? ah, aku juga gak tahu, dan sebenarnya ini hanyalah sebuah curhatan pribadi saja, sebuah cerita tentang kenekatanku yang aneh dan kalo aku sendiri mengingatnya lagi, bisa senyum-senyum sendiri
*****
Siang itu, sinar mentari sudah sampai diatas kepala, waktu menunjukan pukul 11.00 siang. Panasnya mentari sangat terasa, karena saat itu aku sementara berada di tengah pulau, yakni Pulau Bidadari (Kepulauan Seribu). Sementara itu, dalam benakku berkecamuk sebuah pikiran antara mau melakukan sesuatu atau tidak.
Ya, saat itu aku sementara berpikir, apakah aku harus ke Jakarta siang itu atau nggak, untuk sekedar menemui seseorang yang selama ini telah memikat hatiku. Dan aku berpikir, inilah saat yang tepat untuk bisa bertemu dengannya, karena selama ini belum pernah bertemu dan hanya menjalin komunikasi lewat dunia maya saja.
Dan tanpa pikir panjang, siang itu sekitar jam 2 siang aku langsung menuju ke Jakarta dengan menggunakan speedboat yang sudah disewa sebelumnya, sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya tiba juga di dermaga 17, Ancol. Saat itu, aku hanya bawa duit sebanyak 21ribu doang. Dan untuk Kota Jakarta sendiri, aku tidak terlalu menguasai, tidak begitu tahu dengan keadaannya gimana, hanya mengandalkan petunjuk dari pesan singkat yang dikirim teman-teman.
Dengan berjalan kaki, aku menuju ke shelter dan menunggu busway untuk menuju ke Blok M, tempat janjian aku dan dia. Namun sebelumnya, aku sudah membeli sebungkus rokok seharga 14ribu dan duit kini tersisa 7ribuan doang. Oke, it’s no problem, selama HP masih aktif, aku gak takut. Jalan terus.
Nah, duit 7ribuan itu aku gunakan untuk membeli karcis buat sewa busway. Awalnya aku turun depan Sharina, trus nyari hotel dan mengemasi seluruh barang-barangku (Gak usah ditanyain kenapa aku mampir dihotel sebelum melanjutkan perjalanan lagi). Dari hotel, kemudian aku melanjutkan perjalanan lagi menuju Blok M, sewa karcis lagi 3.500, dan lengkaplah gak ada lagi duit dikantong. kosong!!
Tiba di Blok M, aku malah nyasar, hampir 60 menit gitu muter-muter nyari tempat janjian dengan seseorang tersebut, karena udah kecapean, akhirnya aku minta dijemput saja sama teman, untuk dianterin ke tempat janjian dengannya.
Syukurlah, akhirnya aku ketemu dengan dia, orang yang sering menemani dan menghantuiku selama ini di dunia maya. Speechless, dia gak


seperti yang ku bayangkan, dia gak seperti yang selama ini aku lihat di foto-fotonya. Melihat yang asli, ternyata tuh cewek cantik. Dalam hati aku bergumam, senang juga mengenalnya, senang juga sempat jatuh cinta kepadanya lewat dunia maya, dan saatnya aku harus mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini.
Tapi sayang beribu sayang, saat kesempatan itu sudah didepan mata, disaat pengorbanan sudah aku tak pedulikan lagi, ternyata aku melewatkan begitu saja. Melewatkan kesempatan untuk mengungkapkan cintaku kepadanya, kesempatan itu terbuang percuma. Hingga aku pamit pulang lebih awal, aku gak sempat mengungkapkan semuanya.
Penyesalan tinggallah penyesalan, aku yang diminta untuk membuktikan semua yang aku ‘omongin’ lewat dunia maya, ternyata aku gak bisa mengungkapkan di dunia nyata. Ah, percuma saja aku menyesalinya toh sudah terjadi juga. Biarlah kisah ini menjadi warna-warni dinamika hidupku yang penuh dengan problematika.
Semenjak saat itu, aku makin sulit lagi membangun komunikasi dengannya, makin lama dia makin menghindar. Entahlah, apa mungkin sudah mengetahui bahwa orang yang diharapkannya tak ubahnya seperti seorang pengecut. Biarlah aku dianggap seperti itu, toh ini juga jadi pelajaran hidupku dimasa mendatang.
Perlahan demi perlahan, aku harus melupakan penyesalan ini, masih ada hari esok yang harus kuhadapi dan kujalani yang mungkin lebih baik dari hari kemarin itu. Intinya, kalo gak nekat, gak seksi, dan aku gak merasa rugi dengan kenekatan itu.
Sekian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s