The Last September…


Lewat tulisan ini, saya hendak menjelaskan seputar kejadian dan cerita yang beredar di timeline tadi pagi.

Sebenarnya, saya bingung dan tiba-tiba kaget dengan timelinenya @ajepu_13 yang menghina saya secara sepihak tanpa saya tahu apa penyebabnya, setelah saya cari tahu ternyata hanya masalah seputar pacarnya, Isti Panigoro (@IstiSnowy).

Jadi begini…

Saya tekankan bahwa saya tidak ada urusan dengan mereka, bahkan semenjak mereka jadian saya tidak pernah ada komunikasi lagi dengan mereka. Semenjak awal September saya tidak menggunakan lagi BB, tapi pada pertengahan September saya kembali menggunakan BB. Meskipun begitu, saya tidak pernah komunikasi dengan Isty, walaupun toh sebelumnya sekitar bulan Agustus (saat masih puasa) saya dan dia intens sering komunikasi biasa.

chat history

Sedangkan untuk komunikasi dengan Isty di twitter, berikut saya tampilkan capture dari snapbird.org mengenai conservation mention saya dan dia

conservation twitter
conservation twitter

Hingga pada akhirnya, pada tanggal 26 September 2012 Isty ngajak saya ketemuan. ISTY NGAJAK SAYA KETEMUAN… Ngajak ketemuan dengan maksud dia mau menjelaskan sesuatu yang sebenarnya saya sudah tahu tapi saya tidak mau tahu karena saya merasa itu bukan urusan saya. Dia mengontak saya pukul 12 siang tapi pada saat itu saya kebetulan mau diving sehingga saya meminta untuk ketemuan malam saja. Tapi dia mendesak untuk ketemu siang itu, maka saya iyakan saja itupun saya tidak bisa lama-lama karena saya sudah terlanjur janjian dengan teman-teman untuk diving siang itu. Saya ngasih waktu untuk ketemu 60 menit saja.

say hello, basa-basi karena long time no see....
say hello, basa-basi karena long time no see….
sekedar menghargai undangan…

Akhirnya kami ketemu di Vanaza, saya ditraktir makan siang yang menurut Isty dia mau lunasin janjinya mau traktir saya yang semenjak bulan Puasa tidak pernah terlaksana. Sambil makan siang, Isty cerita hubungannya dengan Ajepu dan mantan pacarnya. Sekali lagi saya tekankan, karena itu bukan urusan saya maka saya sok cuek saja dan berharap pertemuan siang itu segera berakhir karena saya sudah dihubungi teman-teman untuk diving siang itu.

Saya jelaskan disini juga, topik pembicaraan saya dengan Isty ada 3 hal. Dan semua topik pembicaraan tersebut atas inisiatif Isty. yang pertama tentang hubungannya dengan mantan pacarnya, kemudian yang kedua tentang hubungannya dengan Ajepu dan yang ketiga mengenai teka-teki (games) yang saya berikan saat bulan puasa yang jika Isty gak bisa menjawab teka-teki itu dia akan traktir saya buka puasa (tapi karena waktu bulan puasa gak pernah ketemu, dia lunasin janjinya pada hari itu di Vanaza)

Sepanjang cerita yang dibeberkan Isty, saya hanya mendengar saja sambil angguk-angguk. Karena bagi saya hal tersebut bukanlah hal penting dan bukan urusan saya.

Akan tetapi, 4 hari kemudian, tepatnya 30 September tiba-tiba saya dihina dan dimarah-marahi sama Ajepu, pacarnya Isty. Sampai saat ini juga, saya belum mengerti kenapa bisa dia marah-marah sama saya. Jika seandainya penyebab marahnya Ajepu hanya karena pertemuan saya dengan Isty, maka saya sudah meminta kepada Isty untuk menjelaskan secara detail kepada Ajepu, jangan malah saya yang disalahkan.

Dan terakhir, jika memang dari kejadian ini saya ada salahnya, saya memohonkan maaf. Akan tetapi, jika kita bisa selesaikan ini secara baik-baik, kenapa tidak untuk kita ketemu sama-sama, kita bicarakan ini sama-sama. Disatu sisi, saya mau ngajak Ajepu ketemuan, Isty malah melarang dan tidak menginginkan saya bertemu dengan Ajepu. Sementara itu, Ajepu malah berkehendak bertemu dengan saya dengan inisiatif yang kurang baik, melihat ungkapan-ungkapan yang dia lontarkan di twitter.

ah, andai saya seperti daun, yang tidak pernah mau menyalahkan angin ketika dia terjatuh…. tapi saya hanya manusia biasa, yang tak luput dari berbagai macam kekhilafan…

…..

saya tidak terbiasa berkata-kata kasar di media social.
saya tidak ada hak untuk ngomongin orang.
saya tidak selalu menghadapi masalah dalam keadaan apapun.
Insya Allah, segala bentuk masalah yang datang ini jadi moment bagi saya untuk terus introspeksi diri.
satu masalah belum selesai, dua masalah datang. mungkin besok ada tiga masalah lagi.
saya jalani, saya hadapi, saya nikmati… semua akan berakhir, saya yakin itu

One thought on “The Last September…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s